Kisah Tak Sampai (Cuban Talun) Oleh Sulistiyo Wicaksono


KASIH TAK SAMPAI (CUBAN TALUN)

Oleh Sulistiyo Wicaksono



Cuban Talun Malang Maret 1993



Gerimis turun di perkemahan kami. Acara Pramuka menjadi ritual wajib 1 tahun sekali di sekolahku. Hari menjelang sore, wajah itu ku lihat lagi. Ya wajah cantik berhidung mancung dengan kulit putih bersih, dengan warna bola mata kebiruan. Selalu mengodaku. Wajah itu begitu sempurna bagiku. Terus terang

0 Response to "Kisah Tak Sampai (Cuban Talun) Oleh Sulistiyo Wicaksono"

Posting Komentar